Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • lughatuna 5:49 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas
    Tags: Jam` mu'annats sâlim dan dua penanda/akhiran jam` mu'annats sâlim   

    Satuan Bahasan ke-5 


    12. Jam` mu’annats sâlim dan dua penanda/akhiran jam` mu’annats sâlim
    13. Lembar Tadribat 7-8

     
  • lughatuna 5:46 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas
    Tags: Jam` mudzakkar sâlim dan dua penanda/akhiran jam` mudzakkar sâlim   

    Satuan Bahasan ke-4 


    10. Jam` mudzakkar sâlim dan  dua penanda/akhiran jam` mudzakkar sâlim
    11. Lembar Tadribat 5-6

     
  • lughatuna 3:05 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas
    Tags: 7. Mufrad, tunggal 8. Mutsanna dan dua penanda/akhiran mutsannâ 9. Lembar Tadribat 3-42   


    Satuan Bahasan ke-3:
    7. Mufrad, tunggal
    8. Mutsanna dan dua penanda/akhiran mutsannâ
    9. Lembar Tadribat 3-42

     
  • lughatuna 3:04 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas  


    Satuan Bahasan ke-2
    4. Kategori jins (jenis) ism
    5. Penanda mu’annats.
    6. Lembar Tadribat 2

     
  • lughatuna 3:02 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas  

    Satuan Bahasan ke-39 dan ke-40 


    72. Penentuan ‘i`rab ism berdasarkan Kelompok 2
    73. Penentuan ‘i`rab ism berdasarkan Kelompok 3

     
    • lughatuna 3:08 pm pada Mei 24, 2012 Permalink | Balas

      Teks no. 2:
      ويسقط الاستقبال عن المحارب في صلاة الخوف والقتال الشديد

      Bagaimana cara menentukan ‘i`rab kata
      الشديد
      sebagai shifat?

    • Abdun 3:59 pm pada Mei 24, 2012 Permalink | Balas

      karena [ الشديد ] termasuk ism 4 (shifat musyabbahah wazn فعيل) dan terletak setelah ism yang pertama [ القتال ] yang diawali AL (‘alif lam) atau [ma`rifat]

      • lughatuna 4:04 pm pada Mei 24, 2012 Permalink | Balas

        Teks no. 2 (2)
        وعن العاجز عنه كالمريض، أو من كان في السفينة أو السيارة، أو الطيارة، إذا خشي خروج الوقت

        Mengapa fi`l
        خشي
        digunakan bentuk bina’ fi`l lilmajhul?

    • Abdun 4:07 pm pada Mei 24, 2012 Permalink | Balas

      karena tidak terdapat fa`ilnya.

      • lughatuna 4:28 pm pada Mei 24, 2012 Permalink | Balas

        Fi`l
        خشي
        lebih mungkin berbentuk bina’ fi`l lil-ma`lum (kata kerja aktif).
        Ism العاجز sebagai fa`il (yang lebih tepat fa`il adalah dhamir mustatir yg terletak pada fi`l
        خشي .
        والله أعلم

        Syaikh Musthafa al-Ghalayini (hal. 364) memaparkan alasan fi`l berbentuk bina’ fi`l lil-majhul:
        1. Fa`il (pelaku) telah diketahui, tidak perlu disebutkan.
        2. Fa`il tidak diketahui
        3. Fa`il diketahui, tetapi sengaja dikaburkan.
        4. Kekhawatiran akan hal buruk menimpa fa`il jika disebutkan.
        5. Takut terhadap fa`il jika disebutkan.
        6. Penyebutan fa`il kurang bermanfaat.
        7. Menjaga kehormatan fa`il (pelaku).

  • lughatuna 3:00 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas  


    Satuan Bahasan ke-17:
    33. Mengenali batas awal dan batas akhir suatu kata
    34. Contoh praktik pemisahan kata

     
  • lughatuna 1:39 pm pada May 24, 2012 Permalink | Balas  

    Satuan Bahasan ke-1 


    Satuan Bahasan 1:
    1. Ism, kata benda
    2. Dua Penanda Ism
    3. Lembar Tadribat, hal. 1

    Para pengguna BABA Lughatuna dipersilahkan mengajukan pertanyaan dan jawaban seputar Satuan Bahasan 1

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.